Dunia dikejutkan oleh laporan dramatis yang menyebutkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikabarkan telah wafat. Berita mengejutkan ini semakin memanas dengan klaim bahwa kematiannya merupakan akibat dari serangan militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel, dua negara yang diketahui memiliki hubungan tegang dengan Teheran.
Di tengah pusaran kabar yang belum terverifikasi secara resmi tersebut, sebuah respons tak terduga justru muncul dari Ibu Kota Indonesia. Sebuah majelis tahlil untuk memperingati kepergian Pemimpin Tertinggi Iran itu digelar di Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta Selatan. Acara ini sontak menarik perhatian, mengingat sensitivitas isu geopolitik yang melatarbelakangi kabar wafatnya Khamenei.
Majelis tahlil tersebut diselenggarakan sebagai bentuk bela sungkawa dan doa bagi almarhum, sebagaimana tradisi umat Islam dalam menghadapi kabar duka. Kehadiran para jemaah di ICC Jakarta mencerminkan resonansi global dari sosok Ali Khamenei serta kompleksitas hubungan internasional yang selalu menyelimuti Timur Tengah.
Meskipun detail seputar dugaan serangan militer AS dan Israel masih menjadi topik perdebatan dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak-pihak terkait, kabar ini cukup kuat memicu reaksi hingga ke Jakarta. Majelis tahlil ini menjadi bukti nyata bagaimana informasi, sekalipun masih berupa laporan, mampu menggerakkan komunitas dan memicu ekspresi simpati dari berbagai belahan dunia.