Jasa Marga Keluarkan Rp80 Miliar: Kerusuhan Rusak Tol, Siapa Bertanggung Jawab?

**Rp 80 Miliar! Jasa Marga Perbaiki Sendiri Kerusakan Tol Akibat Demo**

Kerusuhan dalam demonstrasi pekan lalu mengakibatkan kerusakan parah di sejumlah gerbang tol Jakarta. PT Jasa Marga, sebagai pengelola, menanggung seluruh biaya perbaikan yang ditaksir mencapai Rp 80 miliar. Perbaikan sudah dimulai dan ditargetkan rampung pekan depan.

Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, memastikan perbaikan infrastruktur tol, termasuk penggantian CCTV yang rusak dan server yang dicuri, tidak akan mengganggu laporan keuangan perusahaan. Dana perbaikan, menurutnya, telah dianggarkan dalam cadangan perusahaan.

Baca Juga :  Kemenhub Imbau Kewaspadaan Maksimal di Perlintasan Kereta Api Sebidang

“Kemarin kami hitung, sekitar Rp 80 miliar. Perbaikannya sudah dimulai,” ungkap Rivan saat meninjau Gerbang Tol Pejompongan, Selasa (2/9).

Meskipun Kementerian Pekerjaan Umum menawarkan bantuan pendanaan, Jasa Marga memilih menanggung sendiri biaya perbaikan. Prioritas utama saat ini adalah pemulihan jaringan dan pembangunan server lokal, mengingat server gerbang tol dicuri saat demo.

Baca Juga :  Bengawan Solo Travel Mart 2025: QRIS Permudah Transaksi Wisata Becak

“Yang menjadi prioritas kami adalah jaringan, karena jaringan terbakar, sehingga membutuhkan waktu untuk memastikan jaringan itu berfungsi kembali,” jelas Rivan.

“Yang terpenting adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat itu bisa dilakukan dengan cepat,” tambahnya.

Jasa Marga menargetkan seluruh gerbang tol beroperasi normal pada Rabu, 10 September 2023. Operasional normal di sini diartikan sebagai layanan yang sudah dapat digunakan masyarakat, meskipun secara fisik belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga :  Bebas Bea Masuk PLTS: Rahasia IESR Pacu Revolusi Energi Hijau?

Beberapa gerbang tol bahkan sudah beroperasi kembali sejak 7 September menggunakan *mobile reader*. Sebanyak tujuh gerbang tol terdampak, yaitu GT Slipi 1, GT Slipi 2, GT Pejompongan, GT Senayan, GT Semanggi 1, GT Semanggi 2, dan GT Kuningan 1. GT Pejompongan mengalami kerusakan paling parah.

Rivan memastikan perbaikan kerusakan tidak akan mengganggu laporan keuangan Jasa Marga. Biaya perbaikan, kata dia, telah dianggarkan dalam pencadangan perusahaan.

Dapatkan Berita Terupdate dari MerahMaron di: