Momen krusial arus mudik dan balik Lebaran telah mencapai puncaknya. Secara resmi, Operasi Ketupat 2026 yang mengamankan pergerakan jutaan warga kini telah ditutup, menandai berakhirnya periode pengamanan intensif yang berfokus pada kelancaran dan keselamatan perjalanan di seluruh penjuru negeri.
Kendati demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya kekosongan penjagaan. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memastikan bahwa upaya menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas akan terus berlanjut. Bahkan, pengamanan telah beralih ke fase selanjutnya, yakni Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), yang akan terus berjalan hingga tanggal 29 Maret mendatang.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus, secara langsung mengumumkan penutupan Operasi Ketupat 2026. Dalam pernyataannya, beliau menggarisbawahi kesuksesan pelaksanaan arus mudik dan balik tahun ini. Beliau menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman serta tertib, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi berkat kerja keras dan koordinasi berbagai pihak.
Transisi ke KRYD menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan pasca-Lebaran. Meskipun Operasi Ketupat telah usai, personel di lapangan akan tetap siaga penuh untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas, serta berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang mungkin muncul. Pengamanan ini bertujuan memastikan bahwa aktivitas masyarakat, termasuk mereka yang masih dalam perjalanan balik atau berlibur, tetap terjaga kelancarannya hingga akhir bulan Maret.