Geger! Trump Hapus Foto AI Mirip Yesus Usai Dihujat Publik

Dunia maya kembali riuh oleh manuver digital mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kali ini, bukan sekadar cuitan politik yang memantik perdebatan sengit, melainkan sebuah unggahan visual yang dengan cepat memicu gelombang kecaman masif. Insiden ini sekali lagi menyoroti bagaimana platform media sosial menjadi panggung utama bagi sosok kontroversial sekelas Trump.

Polemik muncul setelah Trump mempublikasikan sebuah gambar yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) di akun media sosialnya. Ilustrasi digital tersebut menampilkan dirinya dalam wujud yang sangat menyerupai gambaran tradisional Yesus Kristus, sosok sentral dalam kekristenan. Unggahan tersebut sontak menjadi viral dan mengundang amarah serta kebingungan dari berbagai kalangan.

Baca Juga :  Jerman Tetap Tenang Hadapi Ancaman Pangkas Pasukan AS dari Trump

Kritik tajam segera membanjiri kolom komentar dan linimasa. Banyak warganet, tokoh agama, hingga pengamat politik menyatakan keberatan dan menganggap postingan tersebut sebagai tindakan yang tidak pantas, provokatif, bahkan penistaan. Mereka menyayangkan upaya asosiasi diri dengan figur suci, terutama dalam konteks politik dan citra diri yang kerap mengundang kontroversi.

Baca Juga :  12 Ribu Kendaraan Sudah Masuk! Pemerintah Imbau WFH Hadapi Puncak Arus Balik 2026

Merespons gelombang hujatan yang tak kunjung mereda, Donald Trump akhirnya mengambil langkah drastis. Postingan yang telah menjadi buah bibir tersebut secara resmi ditarik dari peredaran di platform media sosialnya. Keputusan penghapusan ini datang setelah postingan itu menyebar luas dan menjadi topik hangat yang ramai dibicarakan, menandakan adanya tekanan publik yang signifikan.

Baca Juga :  Tidur Setelah Makan: Risiko GERD Meningkat, Dokter Jelaskan Penyebabnya

Insiden ini menambah panjang daftar momen ketika interaksi Donald Trump dengan media sosial berakhir dengan polemik. Hal ini juga menegaskan dampak kuat dari gambar yang dihasilkan AI, terutama ketika digunakan oleh figur publik untuk menyampaikan pesan atau citra diri yang dapat menyentuh sensitivitas masyarakat.

Dapatkan Berita Terupdate dari MerahMaron di: