Warga dan pengguna jalan di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, kembali menghadapi tantangan serius. Akses vital di Jalan SOR GBLA, yang menjadi jalur penghubung penting, kini terendam banjir parah selama tiga hari berturut-turut. Kondisi ini tentu saja mengganggu aktivitas harian dan memicu berbagai kendala bagi mobilitas masyarakat.
Genangan air yang cukup tinggi telah mengubah ruas jalan tersebut menjadi seperti sungai kecil, menghambat arus lalu lintas secara signifikan. Meski sejumlah kendaraan roda empat dengan susah payah mampu menerobos genangan, pemandangan berbeda justru menimpa para pengendara sepeda motor. Mereka menjadi pihak yang paling rentan terdampak oleh kondisi darurat ini.
Sejak pertama kali genangan muncul, jalur Jalan SOR GBLA masih belum pulih sepenuhnya. Hingga hari ketiga, air masih menggenang dan menghadirkan pemandangan para pengendara motor yang harus ekstra hati-hati. Banyak di antaranya tidak berdaya saat mesin kendaraannya mendadak mati di tengah kubangan air yang dalam.
Fenomena ini menyebabkan antrean panjang dan kemacetan, terutama karena banyak motor yang terpaksa mogok. Para pengendara harus berjuang mendorong kendaraan mereka keluar dari genangan, seringkali dengan bantuan warga sekitar atau sesama pengguna jalan. Situasi ini bukan hanya menguras tenaga, tetapi juga menimbulkan kerugian waktu dan potensi kerusakan pada kendaraan.