Harga Bitcoin Ambruk Lagi! Konferensi Kripto Jadi Biang Keladinya?
Harga Bitcoin kembali anjlok tajam, mencapai titik terendah sejak Juli 2025. Sabtu (30/8), aset kripto terbesar dunia ini terperosok ke level USD 108.400 (sekitar Rp 1,76 miliar). Kejadian ini menimbulkan pertanyaan: apakah konferensi kripto kembali menjadi kambing hitam penurunan harga?
Fenomena ini bukan yang pertama kali terjadi. Sejak konferensi Bitcoin tahunan di Amerika Serikat, pola penurunan harga pasca-konferensi besar kripto berulang. Kini, Bitcoin Asia Conference di Hong Kong juga mengalami hal yang sama. Kehadiran tokoh-tokoh ternama seperti Eric Trump, CZ (Changpeng Zhao), dan lainnya, tak mampu menghentikan tren negatif ini.
Di atas panggung, tema-tema seperti “freedom money”, “adopsi institusi besar dan negara”, dan “Bitcoin to the moon” kembali dihembuskan. Namun, kenyataan di pasar berkata lain. Harga Bitcoin justru merosot sekitar 4 persen hanya dalam semalam waktu Amerika Serikat, bertepatan dengan sesi talkshow David Bailey dan Eric Trump yang bertajuk “Bitcoin Takes Over the World”.
Coindesk mencatat pola serupa terjadi di Bitcoin Conference Las Vegas beberapa bulan lalu. Kala itu, harga Bitcoin juga jatuh drastis meskipun konferensi tersebut menghadirkan anggota keluarga Trump sebagai pembicara.
Laporan Coindesk menjelaskan, “Logikanya cukup sederhana. Menjelang acara, panitia akan mendorong narasi besar soal adopsi dan teknologi masa depan, demi jual tiket dan buzz media. Tapi begitu acara dimulai dan tidak ada pengumuman ‘to the moon’, pasar kecewa.”
Awal pekan ini, saat peserta mulai berdatangan ke Hong Kong, harga Bitcoin masih berada di kisaran USD 115.000 (Rp 1,87 miliar). Namun, menjelang akhir pekan, harga tersebut anjlok menjadi USD 108.400 (Rp 1,76 miliar). Ini kembali membuktikan pola penurunan harga pasca-konferensi.
Meskipun demikian, bagi investor jangka panjang, koreksi harga ini bisa jadi peluang. Jika mengikuti pola sebelumnya, harga Bitcoin cenderung *rebound* beberapa minggu setelah konferensi, setelah ekspektasi pasar kembali ke realita.
Namun, hingga saat ini belum ada sinyal kuat pembalikan arah dalam waktu dekat. Pasar masih menunggu katalis nyata, bukan sekadar janji-janji di atas panggung konferensi. Para pelaku pasar tampaknya masih harus bersabar.