Euforia kompetisi sepak bola di Inggris kembali memuncak menjelang laga puncak Piala Liga Inggris, atau yang kini dikenal sebagai Carabao Cup. Sorotan utama tertuju pada pertemuan dua raksasa Premier League, Arsenal dan Manchester City, yang siap memperebutkan trofi bergengsi ini.
Namun, di balik semangat tempur yang membara, tersimpan sebuah catatan kelam yang menghantui The Gunners setiap kali mereka melangkah ke partai final ajang ini. Arsenal memiliki rekor yang kurang impresif di babak penentuan Piala Liga, sebuah fakta yang kerap menjadi beban psikologis tersendiri bagi klub asal London Utara tersebut.
Arsenal dan Riwayat Pahit di Final Piala Liga
Sejarah mencatat, perjalanan Arsenal di final Piala Liga Inggris seringkali berakhir dengan kekecewaan. Dari total delapan kali penampilan di partai puncak kompetisi ini, The Gunners hanya mampu merengkuh gelar juara sebanyak dua kali. Artinya, enam kesempatan lainnya harus mereka akhiri dengan status runner-up.
Kemenangan terakhir Arsenal di final Piala Liga terjadi pada tahun 1993, saat mereka berhasil menundukkan Sheffield Wednesday. Jauh sebelum itu, trofi pertama mereka di ajang ini direbut pada tahun 1987 setelah mengalahkan Liverpool dalam pertandingan yang ketat. Sejak periode tersebut, piala ini seolah enggan singgah kembali ke lemari trofi mereka.
Beberapa kekalahan menyakitkan juga menjadi bagian dari narasi ini. Publik masih teringat bagaimana Arsenal harus takluk dari klub yang secara di atas kertas diunggulkan, seperti kekalahan dari Chelsea pada tahun 2007 dan yang lebih mengejutkan, saat menyerah di tangan Birmingham City pada final 2011. Bahkan, duel terakhir mereka melawan Manchester City di final Piala Liga pada tahun 2018 juga berakhir dengan kekalahan telak.
Misi Balas Dendam dan Pemecah Kutukan
Pertemuan kembali dengan Manchester City di final kali ini bukan hanya sekadar perebutan trofi, tetapi juga mengandung elemen balas dendam dan upaya untuk mematahkan “kutukan” yang selama ini melekat. Anak asuh Pep Guardiola, Manchester City, dikenal sebagai tim yang dominan dalam beberapa musim terakhir, terutama di kompetisi domestik.
Ini menjadi kesempatan emas bagi Mikel Arteta dan skuadnya untuk membuktikan bahwa mereka telah berkembang pesat dan mampu mengatasi tekanan di laga-laga krusial. Memenangkan Piala Liga Inggris tidak hanya akan menambah koleksi trofi, tetapi juga dapat menjadi suntikan moral yang luar biasa dalam perburuan gelar lainnya di musim berjalan.
Dengan demikian, final Piala Liga Inggris antara Arsenal dan Manchester City tidak hanya menjanjikan tontonan sepak bola kelas atas, tetapi juga pertarungan mental di mana Arsenal berambisi kuat untuk menghapus jejak kelam masa lalu dan menciptakan sejarah baru yang lebih membanggakan.