Terbongkar! Kedok Dukun “Penyembuh” di Malang Sikat Pasien Tak Berdaya

Kepercayaan masyarakat terhadap praktik pengobatan alternatif seringkali menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, metode ini menawarkan harapan bagi mereka yang mencari jalan kesembuhan di luar jalur medis konvensional. Namun, di sisi lain, kerentanan yang dimiliki pasien justru dapat menjadi celah emas bagi oknum tak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi bejatnya. Sebuah kasus mengejutkan baru-baru ini terungkap di Malang, menjadi peringatan keras bagi kita semua.

Seorang pria paruh baya berinisial AM, yang diketahui berusia 60 tahun, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Kakek tersebut ditangkap oleh aparat kepolisian atas dugaan kasus kekerasan seksual yang telah mencoreng praktik pengobatan alternatif di wilayah tersebut. Modus operandi yang dilakukannya sungguh memprihatinkan: memanfaatkan sepenuhnya kepercayaan dan kebutuhan pasien demi memuaskan nafsu bejatnya.

Baca Juga :  KNKT Selidiki Tragedi Tenggelamnya Kapal Tunu Pratama Jaya: Cari Penyebab Bencana

Modus Bejat di Balik Janji Kesembuhan

Berdasarkan laporan yang diterima, AM diduga kuat melakukan serangkaian tindakan kekerasan seksual terhadap sejumlah pasien yang datang kepadanya. Ia memanfaatkan situasi di mana para korban datang dengan harapan mendapatkan kesembuhan atau solusi atas permasalahan kesehatan yang mereka alami. Ironisnya, alih-alih memberikan pertolongan tulus, AM justru menyalahgunakan posisinya sebagai “dukun” atau praktisi pengobatan alternatif. Ia berulang kali melakukan aksi pelecehan terhadap para pasien yang seharusnya ia bantu.

Baca Juga :  Investasi Bodong Tenjo Bogor: Rp 1,1 Miliar Ludes, 43 Korban Terungkap!

Kasus ini mulai terkuak setelah adanya laporan dari korban yang merasa dirugikan dan dilecehkan secara seksual. Tim kepolisian di Malang segera bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan mendalam, yang akhirnya berujung pada penangkapan AM. Kini, kakek berusia enam dekade itu harus menghadapi proses hukum yang berlaku atas perbuatannya yang mencoreng nama baik pengobatan alternatif, sekaligus menimbulkan trauma mendalam bagi para korbannya.

Baca Juga :  Patroli Dini Hari Brimob: Slipi-Tambora Aman dari Ancaman Kriminal!

Peristiwa tragis ini sekali lagi menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam memilih tempat serta praktisi pengobatan, baik medis maupun alternatif. Penting untuk selalu memastikan kredibilitas dan rekam jejak seseorang, serta tidak ragu untuk melaporkan jika menemukan indikasi tindakan mencurigakan atau bahkan pelecehan. Kepercayaan adalah kunci, namun kewaspadaan adalah tameng utama.

Dapatkan Berita Terupdate dari MerahMaron di: