Pidato Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, di simposium Jackson Hole pada 22 Agustus 2023 lalu, telah memicu reaksi positif yang signifikan di pasar kripto. Pasar yang sebelumnya cenderung bearish, tiba-tiba mengalami lonjakan tajam. Ethereum mencapai harga tertinggi sepanjang masa (ATH) di angka USD 4.891, sementara Bitcoin sempat menyentuh USD 117.377.
Lonjakan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Powell menyampaikan pidatonya. Dalam pidato tersebut, ia memberikan sinyal kuat bahwa The Fed siap mengubah arah kebijakan moneternya. Perubahan ini telah dinantikan oleh para pelaku pasar kripto yang selama ini terbebani oleh suku bunga tinggi.
“Waktunya kebijakan disesuaikan. Arah kebijakan sudah jelas, dan waktu serta laju penurunan suku bunga akan bergantung pada data,” ujar Powell. Kalimat ini diinterpretasikan pasar sebagai sinyal dovish, menandakan kebijakan moneter yang lebih longgar.
Selama dua tahun terakhir, The Fed mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengendalikan inflasi. Hal ini membuat investor cenderung menghindari aset berisiko, termasuk kripto. Namun, Powell kini menyatakan bahwa inflasi telah turun secara signifikan ke 2,5 persen, mendekati target 2 persen.
Keyakinan Powell bahwa inflasi dapat dikendalikan tanpa mengorbankan pasar kerja merupakan faktor kunci. Pasar kripto sangat sensitif terhadap likuiditas global. Suku bunga tinggi mendorong investor ke aset yang lebih aman seperti obligasi pemerintah. Sebaliknya, penurunan suku bunga akan mengalirkan dana ke aset berisiko dengan potensi keuntungan lebih tinggi, seperti kripto.
Reaksi pasar kripto terhadap pidato Powell sangat cepat dan signifikan. Ethereum langsung mencetak rekor baru, melampaui puncak sebelumnya pada November 2021. Bitcoin juga mengalami kenaikan tajam setelah periode stagnasi. Kecepatan reaksi ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh kebijakan The Fed terhadap pasar kripto.
Powell juga mengakui perjalanan panjang The Fed sejak pandemi. Awalnya, inflasi dianggap sementara (transitory), namun ternyata lebih persisten. The Fed kemudian menaikkan suku bunga secara agresif, total 525 basis poin sejak 2022. Kini, dengan inflasi yang melandai dan pasar kerja yang relatif stabil, The Fed mempertimbangkan pemangkasan suku bunga.
Sejarah menunjukkan korelasi positif antara pelonggaran kebijakan The Fed dan reli harga kripto. Contohnya, setelah simposium Jackson Hole 2020, Bitcoin mengalami kenaikan signifikan dari USD 10.000 menjadi lebih dari USD 60.000 dalam setahun berikutnya. Hal ini semakin memperkuat ekspektasi positif pasar terhadap dampak pidato Powell.
Kripto, berbeda dengan saham atau obligasi, tidak memiliki arus kas atau pendapatan yang stabil. Nilai kripto sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan aliran dana global. Ketika likuiditas meningkat, investor cenderung mencari aset dengan potensi kenaikan harga terbesar. Bitcoin, sebagai aset kripto terbesar, biasanya menjadi target utama, diikuti oleh Ethereum yang memiliki ekosistem DeFi dan NFT yang berkembang pesat.
Sinyal dovish dari Powell menjadi katalis sempurna karena menggabungkan ekspektasi penurunan suku bunga dengan keyakinan bahwa ekonomi Amerika Serikat tidak akan jatuh ke dalam resesi. “Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung pasar tenaga kerja yang kuat sambil terus membuat kemajuan menuju stabilitas harga,” tegas Powell.
Meskipun euforia pasar kripto tinggi, investor tetap perlu waspada. Keputusan The Fed akan tetap didasarkan pada data ekonomi terkini. Jika inflasi kembali meningkat, kebijakan moneter bisa berubah arah. “Waktu dan laju penurunan suku bunga akan bergantung pada data yang masuk,” kata Powell.
Pasar kripto saat ini menikmati momentum positif, dengan Bitcoin dan Ethereum mencatat kenaikan signifikan. Dengan The Fed yang mulai melunak, banyak analis memprediksi kenaikan harga kripto akan berlanjut, bahkan membuka jalan menuju altseason – periode di mana altcoin (mata uang kripto selain Bitcoin) mengalami kenaikan harga yang signifikan. Namun, penting untuk tetap berhati-hati dan memantau perkembangan ekonomi global serta kebijakan The Fed secara cermat. Pasar kripto tetaplah volatile dan penuh dengan risiko.