Pivot The Fed: Potensi Pemangkasan Suku Bunga Picu Gairah Kripto

Pasar kripto mengalami lonjakan signifikan setelah pidato Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, di simposium Jackson Hole. Powell memberi sinyal berakhirnya era suku bunga tinggi, memicu reaksi positif di pasar. Hal ini berdampak langsung pada harga Bitcoin dan Ethereum yang meningkat tajam.

Ethereum menembus rekor tertinggi di angka USD 4.891 (sekitar Rp 79,6 juta), sementara Bitcoin naik ke USD 117.377 (sekitar Rp 1,9 miliar). Kenaikan ini terjadi hanya beberapa jam setelah pidato Powell, setelah sebelumnya pasar kripto mengalami periode bearish.

Pidato Powell menandai perubahan signifikan dalam sentimen pasar. Ia mengakui kesalahan awal The Fed dalam menilai lonjakan harga pasca pandemi sebagai fenomena sementara (“transitory”). The Fed kemudian merespon dengan menaikkan suku bunga secara agresif.

“Kami saat itu menilai kenaikan harga akibat pandemi bersifat transitory atau sementara. Namun, data menunjukkan inflasi justru meluas ke berbagai sektor. Itulah mengapa The Fed akhirnya harus bergerak agresif,” jelas Powell.

Baca Juga :  Tanggal Merah 13 Mei 2025: Libur atau Tidak, Simak Penjelasannya

Kenaikan suku bunga sebesar 525 basis poin antara tahun 2022 hingga 2023 bertujuan untuk menekan inflasi yang sempat mencapai 7,1 persen. Powell menegaskan komitmen The Fed untuk mengembalikan stabilitas harga.

“Komitmen kami tanpa syarat adalah mengembalikan stabilitas harga, dan kami terus melakukannya sampai tugas itu selesai,” tegasnya. Namun, dengan inflasi kini turun ke 2,5 persen, nada Powell berubah menjadi lebih dovish.

“Waktunya kebijakan disesuaikan. Arah kebijakan sudah jelas, dan waktu serta laju pemangkasan suku bunga akan bergantung pada data,” ujarnya. Pernyataan ini mengindikasikan kemungkinan penurunan suku bunga dalam waktu dekat.

Perubahan sikap The Fed sangat berpengaruh bagi pasar kripto. Investor kripto sangat sensitif terhadap kebijakan moneter, sebab kebijakan tersebut secara langsung memengaruhi likuiditas global.

Saat Powell menyebut inflasi “transitory” pada tahun 2021, pasar optimis. Namun, kenaikan suku bunga agresif kemudian menyebabkan koreksi panjang di pasar kripto. Kini, nada dovish Powell memicu harapan akan kembali longgarnya likuiditas.

Baca Juga :  Guncang Beirut! Israel Klaim Sasar Komandan Iran dalam Serangan Hotel

Dana yang tadinya terparkir di aset aman seperti obligasi dolar berpotensi beralih ke aset berisiko, termasuk kripto. Situasi ini mengingatkan investor akan periode 2020-2021, di mana pidato Powell di Jackson Hole juga memicu kebijakan longgar, mendorong kenaikan Bitcoin dari USD 10.000 menjadi lebih dari USD 60.000 dalam setahun.

Seorang analis global menyatakan, “Pasar kripto selalu mencari trigger besar. Nada dovish Powell adalah sinyal bahwa likuiditas akan kembali, dan kripto langsung jadi penerima manfaat pertama.” Pernyataan ini menekankan pentingnya pidato Powell sebagai katalis bagi pasar.

Powell juga menekankan keberhasilan The Fed dalam menekan inflasi tanpa menyebabkan lonjakan pengangguran. Ia menyebut pasar tenaga kerja lebih seimbang, dengan peningkatan pengangguran yang tidak disebabkan oleh PHK massal.

“Pasar tenaga kerja kini sudah jauh lebih seimbang. Tingkat pengangguran memang naik, tetapi bukan akibat PHK besar-besaran. Kami tidak menginginkan pendinginan tenaga kerja lebih jauh,” katanya.

Baca Juga :  Gelar Pahlawan Soeharto: Kajian Mendalam Jadi Kunci Utama

Kondisi ini menunjukkan ekonomi Amerika tidak menuju resesi, menguatkan narasi Powell tentang penurunan inflasi, stabilitas tenaga kerja, dan kemungkinan penurunan suku bunga. Kombinasi ini menciptakan peluang emas bagi pasar kripto.

Perhatian kini tertuju pada rapat FOMC September. Keputusan Powell terkait pemangkasan suku bunga akan menentukan kekuatan reli kripto. Namun, Powell mengingatkan bahwa keputusan tersebut bergantung pada data inflasi dan tenaga kerja mendatang.

“Waktu dan laju pemangkasan bunga akan bergantung pada data yang masuk,” katanya. Meskipun demikian, perubahan nada Powell sudah cukup untuk mengubah arah pasar. Perubahan dari kebijakan “transitory” ke sinyal “rate cuts” menandakan berakhirnya kebijakan moneter yang ketat.

Bagi Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya, ini bisa menjadi awal dari bull run berikutnya. Namun, investor tetap harus mencermati perkembangan ekonomi global dan data inflasi ke depannya. Ketidakpastian masih ada, namun sinyal positif dari The Fed sudah cukup untuk memicu optimisme di pasar kripto.

Dapatkan Berita Terupdate dari MerahMaron di: