Insiden mengejutkan kembali mencoreng citra pelayanan publik di Makassar. Seorang pengemudi ojek online (ojol) wanita dikabarkan menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang pelanggan pria. Peristiwa yang terjadi di kota Daeng ini sontak memicu gelombang solidaritas, bahkan berujung pada pengerahan massa ojol yang mendatangi lokasi penginapan terduga pelaku.
Kabar mengenai dugaan tindak kekerasan ini menyebar cepat di kalangan komunitas ojol, memicu amarah dan keprihatinan. Tidak menunggu lama, ratusan pengemudi ojek online berbondong-bondong menuju penginapan yang diduga menjadi tempat tinggal pelaku penganiayaan tersebut. Mereka menuntut agar pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas dan menangkap pria yang bertanggung jawab atas perbuatan keji itu.
Pengerahan massa ojol ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan manifestasi kuat dari solidaritas profesi dan desakan agar keadilan ditegakkan tanpa penundaan. Para pengemudi ojol yang hadir mengekspresikan kekecewaan mendalam terhadap insiden yang menimpa rekan mereka. Dengan berkumpulnya massa di sekitar penginapan, tekanan terhadap penegak hukum semakin besar untuk segera memproses kasus ini.
Momen ini menggambarkan betapa rentannya para pekerja di sektor transportasi daring terhadap potensi tindak kriminal, sekaligus menyoroti pentingnya perlindungan hukum bagi mereka. Komunitas ojol berharap insiden seperti ini tidak terulang dan agar semua pihak, baik masyarakat maupun aparat, lebih peka terhadap keamanan dan keselamatan para pengemudi yang setiap hari berjuang di jalanan.