Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia, kembali menjadi sorotan tajam di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah. Sebuah perintah mengejutkan dari lingkaran kekuasaan tertinggi Iran kini berpotensi memanaskan suhu konflik hingga titik didih, mengancam stabilitas pasokan energi global.
Ketegangan memuncak setelah Mojtaba Khamenei, figur penting dalam hierarki politik dan militer Iran, secara eksplisit menginstruksikan pasukannya untuk melakukan blokade strategis di Selat Hormuz. Bersamaan dengan itu, seruan untuk melancarkan pembalasan dendam terhadap Amerika Serikat dan Israel juga menggema, menandakan potensi eskalasi yang serius.
Arahan ini menempatkan Garda Revolusi Iran pada posisi siaga penuh. Pasukan elite yang dikenal dengan kapasitas militernya yang kuat dan kesetiaannya yang tak tergoyahkan kepada kepemimpinan Iran ini dilaporkan siap sedia untuk melaksanakan “respons keras” terhadap situasi yang berkembang. Kesiapan ini mencerminkan tekad Teheran untuk menghadapi setiap ancaman yang dianggap merugikan kepentingannya.
Dengan perintah tegas dari Mojtaba Khamenei untuk mengunci Selat Hormuz dan ajakan untuk membalas dendam terhadap AS serta Israel, dunia kini menahan napas. Langkah provokatif ini tidak hanya mengancam jalur pelayaran vital, tetapi juga berpotensi memicu konfrontasi yang lebih luas di salah satu kawasan paling bergejolak di dunia.