Solo Gegerkan Nusantara: 23 Program Seni Inovatif Raih Rekor Nasional, Wow!

SOERAKARTA.ID – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Kampus seni tertua di Jawa Tengah ini berhasil meraih pencapaian membanggakan dalam Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025. ISI Surakarta menjadi yang terdepan dengan berhasil meloloskan 23 judul proposal untuk mendapatkan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kemdikristek.

Pencapaian ini menegaskan komitmen ISI Surakarta dalam mendorong inovasi di bidang seni dan budaya. Keberhasilan ini juga menjadi bukti nyata bahwa ISI Surakarta konsisten dalam berkontribusi pada pengembangan seni di Indonesia. Program PISN sendiri merupakan program kolaboratif lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari tim pelaksana, mitra sasaran, hingga pemerintah desa.

Dorong Inovasi Seni Berbasis Masyarakat

PISN 2025 hadir sebagai upaya memperkuat ekosistem seni budaya lokal sekaligus mengukuhkan identitas bangsa. Proyek-proyek yang diusung oleh ISI Solo menunjukkan pendekatan yang berfokus pada masyarakat. Hal ini terlihat dari bagaimana kreativitas, teknologi, dan kearifan lokal digabungkan untuk menjawab berbagai tantangan di era modern.

Baca Juga :  Preorder iPhone 17 Series di iBox: Dapatkan Bonus Hadiah Hingga Rp5,2 Juta!

Fokus Proyek Unggulan

Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari digitalisasi dan pelestarian seni tradisional hingga pemberdayaan ekonomi kreatif di desa wisata. Berikut adalah beberapa proyek unggulan yang berhasil lolos pendanaan:

Baca Juga :  Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Mendadak Dua Minggu dengan Iran!
  • Digitalisasi Desain pada Sentra Kerajinan Batik Laweyan oleh Dr. Aan Sudarwanto.
  • Wayang Goes To School karya Dr. Agung Purnomo.
  • Foto Cerita Remaja: Kampanye Kesehatan Mental dan Anti Perundungan oleh Dr. Andry Prasetyo.
  • Inovasi Tata Panggung Padepokan Seni Keramat Guna oleh Dr. Aries Budi Marwanto.
  • Menggarap Cerita Lokal Melalui Pedalangan dan Karawitan oleh Dr. Bagong Pujiono.
  • Optimalisasi Wayang Kulit Kolaboratif Berbasis Multimedia karya Basnendar Herry Prilosadoso.
  • Selain proyek-proyek di atas, terdapat pula proyek lain yang tak kalah menarik, seperti:

  • Sinergi Seni Rakyat dan Teknologi Digital di Wonogiri.
  • Revitalisasi Batik Kekinian di Solo.
  • Inovasi Pergelaran Wayang-Tari-Musik di Sangiran.
  • Baca Juga :  Jelang Mudik, Bus di Depok Disisir Ketat Demi Keselamatan Penumpang!

    Proyek-proyek ini secara keseluruhan menegaskan peran ISI Solo sebagai motor penggerak inovasi seni di Nusantara.

    Seni, Teknologi, dan Identitas Budaya

    Rektorat ISI Surakarta menilai pencapaian ini bukan hanya sekadar kuantitas, melainkan bukti nyata dari konsistensi kampus dalam mendorong pengabdian seni berbasis riset. Pendekatan lintas disiplin yang diterapkan, mulai dari teknologi digital hingga pelestarian budaya, menjadi kunci keberhasilan program PISN. Hal ini juga menjadi sarana bagi dosen dan mahasiswa untuk mewujudkan seni yang memiliki dampak sosial yang nyata.

    ISI Surakarta berharap program ini dapat semakin memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi seni dan budaya di Indonesia. Selain itu, ISI Surakarta juga berharap dapat memperluas jejaring kerja sama dengan masyarakat dan pemerintah daerah.

    (***)

    Dapatkan Berita Terupdate dari MerahMaron di: