Gus Ipul Minta Tambahan Rp12T: Rahasia APBN 2024 Terungkap?

Gus Ipul Minta Tambahan Anggaran Kemensos Rp12 Triliun!

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajukan proposal tambahan anggaran senilai Rp12 triliun kepada DPR RI untuk tahun 2026. Usulan ini akan meningkatkan pagu anggaran Kementerian Sosial dari lebih Rp80 triliun menjadi sekitar Rp92 triliun. Angka fantastis ini tentu akan berdampak besar pada program-program kesejahteraan sosial di Indonesia.

“Pagu anggaran kita sekitar Rp80 triliun lebih, 2026,” ungkap Gus Ipul seusai rapat tertutup dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2025). Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gus Ipul usai membahas rencana penggunaan anggaran yang signifikan tersebut.

Prioritas penggunaan anggaran tambahan tersebut difokuskan pada tiga hal utama. Pertama, pemutakhiran data kesejahteraan sosial yang saat ini dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang akurat dan ter-update sangat krusial untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.

Baca Juga :  Tarif Trump Ancam Industri Maritim Indonesia: Masa Depan Gelap?

Kedua, dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat. Program ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Indonesia, khususnya dari kalangan kurang mampu.

Ketiga, optimalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) agar lebih tepat sasaran. Gus Ipul menargetkan peningkatan jumlah keluarga penerima manfaat yang naik kelas secara ekonomi. “Target kita lebih dari 300 ribu lah kalau bisa setiap tahun keluarga penerima manfaat yang naik kelas,” tegasnya.

Ia menambahkan, “Itu tiga program, konsolidasi data, untuk bansos tepat sasaran dan sekaligus untuk sekolah rakyat.” Ketiga program tersebut saling berkaitan dan diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Tarif Trump Jadi Pemicu Diversifikasi Pasar Ekspor RI

Dana tambahan Rp12 triliun tersebut, menurut Gus Ipul, diperlukan untuk menutupi kebutuhan beberapa program yang belum tercakup dalam pagu anggaran awal. Salah satu contohnya adalah bansos adaptif untuk penanggulangan bencana. Ketidakpastian bencana alam di Indonesia membutuhkan fleksibilitas anggaran untuk penanganannya.

“Kita masih nambah minta usulan tambahan karena masih ada beberapa yang belum terakomodasi. Misalnya tentang bansos adaptif untuk keperluan bencana,” jelas Gus Ipul.

Selain itu, Gus Ipul juga menekankan pentingnya keberlanjutan program bantuan makanan gratis bagi lansia terlantar berusia di atas 75 tahun. Program yang telah berjalan sejak 2025 ini menjangkau lebih dari 100 ribu penerima manfaat, dengan pemberian makan pagi dan siang setiap hari.

Baca Juga :  Demo Anarkis Ancam Pariwisata Indonesia: Investor Kabur?

“Kemudian kita juga tadi menyampaikan yang program kita permakanan untuk lansia terlantar, di atas usia 75 tahun yang jumlahnya lebih dari 100 ribu,” kata mantan Wali Kota Pasuruan tersebut. “Yang tiap hari kita beli makan itu makan pagi dan makan siang. Itu kan sudah berlangsung di tahun 2025. Ini juga belum dianggarkan,” imbuhnya.

Dengan demikian, usulan tambahan anggaran Rp12 triliun ini diharapkan mampu memperkuat program-program sosial Kemensos dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Besarnya jumlah anggaran yang diajukan menunjukkan komitmen pemerintah dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dapatkan Berita Terupdate dari MerahMaron di: