The Duff (2015): Ketika Kita Tersisih dalam Pergaulan

Sampul Film “The Duff (2015)”. Sumber: google.com.

Bianca Piper (Mae Whitman), seorang gadis yang akan menceritakan kisah remajanya selama ia masih SMA. Bersama kedua sahabatnya Casey Cordero (Bianca Santos) dan Jessica (Skyler Samuel) dan juga teman masa kecil Wesley Rush (Robbie Amell).

Cerita dimulai saat Mr. Arthur guru jurnalistik memberikan tugas membuat artikel tentang reuni sekolah, Bianca merasa keberatan karena dia sendiri sangat tidak berniat untuk datang di acara tahunan sekolah mereka itu, dengan alasan tidak memiliki teman kencan yang cocok untuknya.

Bianca memiliki crush yang sudah lama dia sukai, Toby Tucker (Nick Eversman). Namun, dia masih malu untuk mengeluarkan isi hatinya. Well Bianca harus memiliki keberanian yang ekstra.

Satu hal yang menurutnya mengganggu adalah Wesley Rush, teman masa kecil yang bahkan pernah mandi bersama, menjadi popular dan menyebalkan. Entah kenapa setiap kedatangan Wesley, Bianca akan stress dibuatnya. Bianca mengetahui istilah Duff dari Welsey, sebuah slang untuk mereka yang tersisihkan dalam pertemanan. Arti dari Duffadalah ‘sosok teman gendut nun jelek’, yang pada intinya untuk orang yang tidak mendapatkan perhatian lebih dalam pertemanan.

Bianca mulai berpikir akan hal ini, dia mengingat bagaimana orang-orang menanyakaan tentang Jess dan Casey sedangkan dia … nope. Akhirnya konflik dimulai, Bianca mulai bertengkar dengan kedua sahabatnya dan memblokir beberapa media sosial mereka. Bianca mulai meminta tolong pada Wesley untuk mengubahnya menjadi sedikit popular di kalangan mereka.

Mulai dengan mengganti gaya busana sampai dengan ukuran bra, Bianca dirombak total yang berakhir membuat dia merasa lebih percaya diri. Eits, akan nada seorang wanita yang layaknya paparazzi di film ini, tingkah lucu Bianca direkam dan disebarluaskan pada situs media sosial sekolah mereka. Alhasil konflik barupun muncul lagi. Bianca menjadi bulan-bulanan di sekolahnya, cyber bullyng yang dia terima membuatnya sakit hati. Paparazzi it’s so jerk!

Hal baikpun terjadi, Toby, gebetan yang sudah lama Bianca kejar mulai meliriknya, bertegur sapa dan janjian untuk makan malam bersama. Oke, Bianca kencan dengan gaun yang cantik, serius cantik! (setidaknya menurut pendapatku). Akhir dari makan malam itu Toby yang terkenal dengan bermain musik, mulai bernyanyi bersama Bianca. Yah, bianca harus menerima kekecewaan saat sadar bahwa Toby hanya mengharapkan kedua sahabatnya Jess dan Casey ikut datang, jadi sebenarnya Toby mengajak Bianca untuk makan malam agar bisa mengenal Jess dan Casey. Jahat benar ini manusia.

Bianca mulai menerima keadaan dan berpikir lebih sehat, dia mulai berpikir bahwa memutuskan pertemanan dengan sahabatnya adalah langkah yang sangat salah, dia hanya termakan emosi pada saat itu, dia merasa dirinya adalah seorang Duff, padahal Jess dan Casey tidak pernah berpikir demikian.

Bianca menjadi lebih percaya diri yang yang berakhir membawanya untuk datang ke pesta reuni yang diadakan sekolahnya, dengan bantuan Jess dan Casey mereka membuat gaun yang akan dipakai Bianca. It’s so awesome!

Bianca mendapatkan inspirasi untuk artikel miliknya, dia mulai menulis mengenai apa makna reuni sekolah baginya. Pada intinya, kita semua pernah menjadi The Duff. Kita pernah dikucilkan, kita pernah tidak mendapat perhatian, lantas mengapa kita gemar memberikan label The Duff untuk orang-orang yang kurang mendapat perhatian publik? Seakan kita lupa semua pernah menghadapi situasi yang sama.

Oh, ya, Finally, Bianca have a boyfriend here, just watch the movie guys!

Penulis: Hudalil Mustakim (mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Gorontalo)

72 tanggapan untuk “The Duff (2015): Ketika Kita Tersisih dalam Pergaulan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.