Siap-siap Kempes Ban jika Parkir Sembarangan di UNG

Beberapa SATPAM Menderek Paksa Motor yang dikunci Stang, disamping Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG. (Dok Memar)

MeMar, UNG. Kamis, (24/3) pukul 9 pagi, Satuan Pengamanan (SATPAM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), kembali mengangkat paksa motor karena parkir di area larang parkir. Hal ini menurut pihak SATPAM, dilakukan demi menjalankan perintah dari rektor UNG, yang melarang kendaraan motor dan bentor untuk parkir di sembarangan tempat, ini dilakukan agar mobil yang masuk dari gerbang depan kampus I UNG tidak terhalangi oleh kendaraan parkir liar.

Komandan Peleton II (Danton Regu) SATPAM UNG, Herman Abubakar yang bertugas pada operasi itu, menjelaskan jika didapati kendaraan yang melakukan parkir liar selama tiga hari berturut-turut, mereka langsung akan mengempeskan ban motor pada hari ke-empat.

Herman menyebut area yang dilarang parkir, “di depan fakultas dan samping-samping kantor, atau tempat selain parkiran kendaraan yang merupakan area larang parkir untuk kendaraan motor dan bentor” ungkapnya.

Hal ini mendapatkan tanggapan dari Hamdan, mahasiswa Jurusan Akuntansi yang  motornya ikut diangkat paksa oleh SATPAM “kalau untuk mo kase tertib, pertama sih, tempat parkir di benahi dulu, jadi orang nyaman mo ba parkir.  Bukan cuma depe tata atur, tapi untuk depe kenyamanan, dorang pe safety (keamanan) motor. Orang lari dari tempat parkir, karena tempat parkir di UNG agak gersang, paling kalau panas, mo rusak body motor” keluhnya.

Sementara itu Herman Abubakar mengatakan, pihaknya sudah menyebarkan surat edaraan yang berisi pemberitahuan terkait kebijakan parkir liar ini ke masing-masing fakultas. “Sudah ada edaran masing-masing fakultas. Yang mana, motor ataupun bentor, parkir di tempat parkir yang sudah disediakan”.

Namun Hamdan mengaku tidak mengetahui tentang peraturan ini, “sampai sekarang torang ini belum terima sosialisasi atau surat edaran. Bahkan torang yang di Organisasi Mahasiswa (Ormawa) belum dapat surat edaran itu.”

Sebelumnya operasi parkir liar ini, sempat tidak berjalan beberapa waktu. Tapi menurut Herman, pihaknya mendapatkan laporan dari pihak fakultas, maka operasi kali ini adalah tindakan respon dari laporan tersebut. (AK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.