Neo Commerce Sukses Balikkan Rugi, Rahasia Laba 2024 Terungkap Tahun 2025 Semua Divisi

PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan mencetak laba bersih sebesar Rp19,88 miliar pada tahun 2024. Ini merupakan sebuah pencapaian luar biasa, mengingat bank tersebut mengalami kerugian hingga Rp573 miliar pada tahun sebelumnya. Perubahan drastis ini menunjukkan keberhasilan strategi pemulihan yang diterapkan manajemen.

Direktur Utama BNC, Eri Budiono, menjelaskan bahwa keberhasilan ini didorong oleh fokus pada penguatan fundamental perusahaan. Strategi tersebut meliputi peningkatan kualitas kredit, optimalisasi pendapatan bunga, dan efisiensi operasional yang signifikan. Ketiga pilar ini menjadi kunci keberhasilan BNC dalam membalikkan keadaan keuangannya.

Penguatan Fundamental Bank Neo Commerce

Salah satu indikator keberhasilan BNC adalah penurunan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) net. Rasio NPL net berhasil ditekan dari 0,90% pada akhir 2023 menjadi 0,30% pada 2024. Penurunan signifikan ini menunjukkan peningkatan kualitas portofolio kredit BNC dan kemampuannya dalam mengelola risiko kredit.

Baca Juga :  Raih Kebebasan Finansial: Atur THR Lebaran dengan Bijak Tahun 2025 Terbaru

Efisiensi operasional juga menjadi sorotan. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun dari 112,27% pada 2023 menjadi 99,34% pada 2024. Hal ini menunjukkan peningkatan efisiensi dalam pengelolaan operasional bank. Penurunan BOPO di bawah 100% menandakan BNC mampu menghasilkan laba dari operasionalnya.

Rasio beban operasional terhadap pendapatan bunga bersih (CIR) juga mengalami penurunan yang signifikan, dari 41,52% pada 2023 menjadi 31,47% pada 2024. Penurunan CIR ini menunjukkan peningkatan efisiensi dalam pengelolaan biaya operasional dibandingkan dengan pendapatan bunga bersih yang dihasilkan.

Strategi Selektif dan Konservatif

Meskipun berhasil mencetak laba, BNC menerapkan pendekatan yang lebih selektif dan konservatif dalam penyaluran kredit. Total penyaluran kredit pada 2024 tercatat sebesar Rp8,82 triliun, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp10,78 triliun. Hal ini menunjukkan komitmen BNC untuk menjaga kualitas aset dan meminimalisir risiko kredit.

Baca Juga :  Emas Antam di Pegadaian Melonjak Jelang Lebaran 1446 H Tahun 2025 Terkini

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BNC mencapai Rp13,06 triliun per 31 Desember 2024. Meskipun mengalami sedikit penurunan dari tahun sebelumnya (Rp13,87 triliun), BNC berhasil menurunkan cost of fund dari 6,22% menjadi 6,05%. Penurunan cost of fund ini menunjukkan peningkatan efisiensi dalam penghimpunan dana.

Penguatan permodalan juga terlihat dari peningkatan Capital Adequacy Ratio (CAR) dari 27,86% pada 2023 menjadi 35,30% pada akhir 2024. Peningkatan CAR ini menunjukkan bahwa BNC memiliki modal yang lebih kuat untuk menghadapi risiko dan mendukung pertumbuhan bisnisnya di masa depan.

Prospek Ke Depan dan Target Pertumbuhan

Berbekal keberhasilan ini, BNC menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 12% hingga 15% pada tahun 2025. Fokus utama ke depan adalah mempertahankan kualitas kredit agar rasio NPL tetap terjaga, serta melakukan diversifikasi segmen nasabah untuk mengurangi ketergantungan pada satu segmen saja.

Baca Juga :  Bank Mandiri Apresiasi Nasabah Setia: Mudik Gratis Naik Kereta Api 2025

BNC juga berencana untuk mengembangkan sektor dana murah (CASA), payroll, dan cash management. Pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi keuangan dan mengurangi ketergantungan pada pendanaan yang lebih mahal. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas bank secara berkelanjutan.

Dengan strategi yang terukur dan fokus pada peningkatan kualitas aset serta efisiensi operasional, Bank Neo Commerce menunjukkan prospek yang cerah untuk masa depan. Keberhasilan dalam membalikkan kerugian menjadi laba merupakan bukti nyata dari komitmen dan kemampuan manajemen dalam memimpin transformasi bank.

Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat, bank digital mampu bersaing dan mencapai profitabilitas di tengah persaingan yang ketat di industri perbankan Indonesia. Pengalaman BNC ini dapat menjadi pembelajaran dan inspirasi bagi bank-bank lainnya dalam menghadapi tantangan dan peluang di era digitalisasi.

Dapatkan Berita Terupdate dari MerahMaron di: