Musyawarah Kerja, BEM Hadirkan Seluruh Ormawa di UNG

Peserta Musyawarah Kerja BEM yang dihadiri oleh seluruh Ormawa di UNG. (8/3, Memar)

Memar-UNG. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo periode 2017 membuat terobosan baru dengan mengundang semua jajaran Organisasi Mahasiswa (Ormawa), dari Senat Mahasiswa (Senma) Fakultas, Himpunan Mahasiswa Program Studi dan Jurusan (HMPS/HMJ), juga tataran Unit Kegiatan Khusus serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKK/UKM), pada sebuah kegiatan Musyawarah Kerja.

Sebelumnya kegiatan seperti ini belum pernah dibuat oleh pengurus BEM beberapa tahun lalu.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UNG dan jajaran Wakil Dekan III pada jam 9 pagi di gedung Auditorium (8/9).

Dalam kata sambutannya, Rektor UNG, Syamsu Qamar Badu, menyampaikan harapannya agar melalui Ormawa, visi UNG untuk menjadi Leading University di Asia Tenggara 2035, bisa ditunjang dengan berbagai prestasi mahasiswa.

Dia juga menerangkan bahwa Ormawa sudah seharusnya bisa menjadi wadah menyalurkan kreativitas, membangun rasa kekeluargaan dan kepedulian terhadap sesama. Namun di akhir kata sambutan, dia berpesan supaya tidak ada lagi unjuk rasa, “kalau ada yang ingin kalian sampaikan, saya bersama seluruh Wakil Rektor secara terbuka menerima adik-adik untuk berdiskusi. Daripada demo, habis suara, mending diskusi agar lebih elegan,” paparnya.

Setelah acara pembukaan, Rektor bersama pejabat dan dosen telah meninggalkan peserta untuk melanjutkan agenda Musyawarah Kerja.

Sementara itu Wenching Ali selaku Presiden BEM menuturkan melalui sambutannya, Musyawarah Kerja yang bertema “Membangun Komunikasi dan Relasi Ormawa UNG sebagai Proses Menuju Prestasi” ini diinisiasi karena dia menilai, selama ini antara BEM dan Ormawa di UNG hanya bertemu pada saat Masa Orientasi Mahasiswa Baru (MOMB) saja.

Acara ini kemudiam dilanjutkan dengan pemaparan program kerja oleh para jajaran Kementrian BEM di hadapan sekitar 100 orang peserta. Total program kerja yang mereka sodorkan ada kurang lebih 28 poin yang meliputi event, diskusi, seminar, pendampingan desa, advokasi, pelestarian budaya, kewirausahaan, komunikasi, literasi, lingkungan hidup, dan penulisan.Semua program ini terbagi di ke delapan Kementrian yang ada.

Seorang peserta musyawarah dari Senat Mahasiswa Fakultas Sastra dan Budaya yang mempertanyakan output dari program kerja BEM, yakni pemilihan Duta Budaya UNG. (8/3, Memar)

Namun semua program yang ada, dikritisi oleh peserta. Menurut peserta hampir semua program yang dipaparkan, telah dilaksanakan oleh tiap-tiap Ormawa, baik itu Senma, HMJ/HMPS dan UKM/UKK.

Ada juga peserta yang menilai kegiatan itu bukanlah Musyawarah Kerja, menurutnya kegiatan itu lebih tepatnya hanya sosialisasi program kerja.

Bahkan salah satu peserta dari Fakultas Teknik mengusulkan agar BEM tahun ini jangan dulu merancang program kerja yang sejatinya telah dijalankan oleh Ormawa lain. Menurutnya BEM tugasnya hanya sebagai lembaga independen yang menyatukan semua Ormawa.

Dalam kesempatan itu, beberapa peserta juga menuntut pertanggungjawaban BEM di akhir kepengurusan nanti. Walaupun di UNG tidak memiliki Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), sebagai lembaga yang membuat aturan dan pengawas untuk Ormawa. Karena menurut mereka, selama ini BEM tidak pernah memberikan pertanggungjawaban kepada Ormawa.

Wakil Presiden BEM, Moh. Afandi Ismail, menanggapi semua kritikan dan saran ini di akhir kegiatan, “kami akan berani mengubah semua program kerja yang telah kami susun. Memang fungsi Badan Eksekutif hanya sebagai ‘penyatu’ sebenarnya. Program yang telah dilaksanakan oleh Ormawa-ormawa sebelumnya mungkin kami bisa membantu saja, kami ingin fokus kepada yang belum ada saja, seperti kesenian oleh UKM Seni dan UKM Penalaran Keilmuan yang terancam akan dibekukan itu kami akan berusaha hidupkan kembali, demikian juga Climbing Wall di UKM Mapala Motolomoia kami akan bantu untuk mengadakannya,” jelasnya.

Dia juga memohon kepada Ormawa, khususnya Senma Fakultas, agar tidak menarik diri dari kepengurusan BEM tahun ini, “kami tidak buta dengan konflik antar Ormawa, tapi kami mohon agar mengenyampingkan dulu persoalan itu,” harapnya. (DF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.