Menginisiasi Fakultas Hijau, ini yang Dilakukan Mapala Benua

Tempat sampah di depan Aula Fakultas Ekonomi yang disediakan oleh Mapala Benua. Foto oleh Hudalil Mustakim (13-3-2019)

Merahmaron.com – Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (21/02), Mapala Benua Fakultas Ekonomi menggelar diskusi dengan tema “Bumiku Bukan Tempat Sampahmu” yang dihadiri oleh pihak dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo dan DLH Provinsi Gorontalo.

Melalui kegiatan ini, mereka memulai aksi sadar lingkungan dengan menyumbangkan tempat sampah, menanam pohon, gerakan penggunaan tumbler, dan membuat proposal sadar lingkungan ke pihak fakultas.

Mapala Benua menyediakan dua buah tempat sampah dari plastik dan lima buah tempat sampah dari bambu. Ketujuh tempat sampah ini mereka letakkan di depan Aula, Taman dan Gedung Fakultas Ekonomi.

Menurut Herjianto Tangahu selaku Ketua Mapala Benua, alasan mereka menyediakan tempat sampah tersebut, karena jumlah tempat sampah tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa fakultas. Akibatnya sering kali sampah terlihat berserakan di area Fakultas Ekonomi.

Ica salah satu mahasiwa Fakultas Ekonomi membenarkan perkataan dari Herjianto, bahwa untuk pihak fakultas sendiri memang sudah menyediakan tempat sampah di samping aula sebanyak tiga buah.

Namun dari ketiga tempat sampah tersebut, hanya satu yang masih bisa digunakan oleh mahasiswa. Sementara dua lainnya sudah bolong dan tidak dapat digunakan lagi. Akibatnya sampah-sampah hanya tertumpuk dalam satu tempat sampah saja.

“Penyediaan pembuangan sampah oleh Mapala Benua, membuat saya sebagai mahasiswa sedikit terbantu dan tidak bingung lagi harus membuang sampah ke mana,” katanya.

Sedangkan menurut Herjianto, kesadaran akan membuang sampah pada tempatnya memang sudah diajarkan sejak dini kepada masyarakat. Namun masih banyak yang belum sadar akan akibatnya jika masih tidak tertib membuang sampah.

Pendapat ini selaras dengan pengakuan dari salah satu petugas kebersihan di lingkungan Fakultas Ekonomi, Nursaningsih, yang mengatakan bahwa meskipun tempat sampah sudah cukup memadai, tapi tetap saja kesadaran dari mahasiswa itu masih sangat kurang. Mahasiswa masih saja membuang sampah sembarangan, apalagi di ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk mereka belajar.

Kemudian kegiatan selanjutnya yang mereka lakukan yaitu penanaman pohon. Mereka menyediakan 100 bibit pohon untuk ditanam di beberapa fakultas, yakni Fakultas MIPA dan Fakultas Ilmu Sosial. Setelah dilakukan penanaman tersebut, tersisa 30 bibit yang berada di Sekretariat Mapala Benua. 30 bibit ini mereka akan berikan ke siapapun yang memintanya.

Selain menyumbangkan tempat sampah dan menanam pohon, Mapala Benua pun mempunyai program donasi tumbler. Program ini mereka lakukan dengan cara menerima 10 botol plastik sekali pakai dari pihak manapun yang akan ditukar dengan satu buah tumbler. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.

Botol-botol plastik yang sudah terkumpul, selanjutnya akan mereka jadikan wadah tanaman hidroponik. Jenis tanaman yang akan mereka tanam adalah jenis tanaman hias dan juga tanaman obat-obatan, “yang jelas [tanaman] itu produktif bagi kami,” kata Herjianto menjelaskan.

Mapala Benua tahun ini berkeinginan untuk menjadikan Fakultas Ekonomi sebagai Fakultas Hijau di Universitas Negeri Gorontalo. Usaha terakhir yang mereka lakukan adalah membuat proposal. Proposal tersebut berisi empat pengajuan yang berkaitan dengan lingkungan.

“Pertama, area hijau yang tidak boleh disentuh ataupun dimasuki oleh setiap mahasiswa. Kedua, aturan yang melarang mahasiswa dan dosen untuk merokok di ruang perkuliahan. Ketiga, mahasiswa dan dosen wajib menggunakan tumbler. Keempat, di setiap perubahan kurikulum lampirkan mata kuliah ekonomi lingkungan dan ekonomi sumber daya, yang jelas tentang keberlanjutan ekonomi, keberlanjutan alam dan lingkungan,” kata Herjianto menjelaskan. (Vina Ananda Sukma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.