Membangun Kepedulian Melalui Donor Darah

Rabu (18/9), telah dilaksanakan kegiatan Donor Darah. Kegiatan yang bertempat di Gedung Budaya Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini, mengambil tema “Safe Blood For All”.

Dalam pelaksanaannya, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Riset Teknologi Informasi (Ris-TI), bertugas sebagai tuan rumah dari beberapa organisasi yang juga bersama-sama merancang kegiatan tersebut.

Selain UKM Ris-TI, organisasi lainnya yaitu; Blod.id, D.O.S.15, PMI Kota Gorontalo, Nasi Baskom, Pendidikan Seni Rupa, HMJ Nirmana, Ngobar dan The Wave.

“Kegiatan ini bekerja sama dengan beberapa organisasi dan juga komunitas,” ucap Cahya (24), selaku ketua panitia sekaligus anggota dari Blod.id.

Mulya (19),  salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan donor darah, mengaku sebelumnya telah melakukan persiapan seperti tidur yang cukup dan sarapan sebelum mendonor.

“Untuk persiapannya secara umum, saya tidur yang cukup dan sarapan sebelum donor.”

Untuk melakukan donor darah, pendonor harus menyiapkan beberapa hal, di antaranya; stamina, pendonor harus tidur sebelum jam 11 malam dan sarapan sebelum melakukan pendonoran darah. Hal ini dapat mencegah terjadinya perasaan pusing, lemas dan pingsan ketika selesai mendonor.

Yahya Ansori (42), seorang teknisi yang bertugas mengatakan bahwa selain tidur yang cukup dan sarapan sebelum melaksanakan donor darah, ada beberapa hal yang juga harus disiapkan ketika ingin mendonor.

Pendonor harus diperiksa terlebih dahulu kesehatannya oleh dokter yang bertugas. Pemeriksaan akan dimulai dari penimbangan berat badan dan memeriksa kadar Hemoglobin di dalam tubuh.

Untuk penimbangan berat badan, pendonor minimal harus memiliki berat badan 45kg, dengan rentang usia 17-60 tahun untuk pendonor yang telah rutin mendonor. Namun untuk pendonor yang pertama kali mendonor, disarankan berumur 17-45 tahun.

Jika hal tersebut sudah terpenuhi maka admin dan dokter yang bertugas akan memberikan selembar kertas yang menjadi keterangan kesehatan si pendonor. Setelah dinyatakan sehat, teknisi akan melaksanakan tugasnya.

“Pendonor yang datang kesini sebelumnya harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter dan admin. Setelah dinyatakan sehat maka pendonor akan masuk kesini.”

Mendonor juga tidak diperbolehkan untuk wanita yang sedang mengandung, menstruasi dan ibu yang sedang menyusui.

Pada kegiatan donor darah ini, berhasil mengumpulkan 64 kantong darah dengan kalkulasi darah O sebanyak 34 kantong, A sebanyak 14 kantong, B sebanyak 13 dan darah AB sebanyak 1 kantong.

Selain bingkisan berisi vitamin, susu dan lain-lain, yang biasanya diberikan petugas kepada pendonor, panitia kegiatan juga memberikan satu buah nasi baskom dan juga kopi untuk para pendonor.

Donor darah ini, sebelumnya telah direncanakan dua minggu sebelum hari pelaksanaan dan rencananya akan kembali dilaksanakan tiga bulan kemudian.

“Setelah ini kami akan adakan lagi kegiatan donor darah di bulan Desember atau setelah 3 bulan dari sekarang, karena rentang waktu untuk donor darah adalah 3 bulan,” ucap Adnan Kasim selaku ketua umum UKM Ris-TI melalu via whatsapp.

Vina Ananda Sukma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.