Lagi dan Lagi! Curanmor di UNG

curanmor1
Ilustrasi (sumber : rumahpengaduan.com)

MeMar-UNG. Curah hujan menutupi matahari Gorontalo, rupanya menjadi kesempatan empuk bagi pencuri kendaraan bermotor (Curanmor).  Hanya berselang dua minggu lebih, pencurian motor di kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terjadi lagi. Kasus curanmor minggu lalu yang dialami oleh mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) (2/4).

Curanmor kembali terjadi dengan lokasi yang berbeda, Odi nama korban ini, (17/4) karyawan Hotel Damhil UNG. Odi yang memarkir kendaraan bermotor di depan Civika (sentral media kampus) dekat taman rektorat kampus satu, kembali pada jam 5 sore dan mendapati motornya raib.

Odi menjelaskan perihal kejadian nahas ini, “itu motor ada parkir dari jam 6 pagi, abis shift pagi kan pulang jam-jam 5 sore, pas so kasitu motor tidak ada, abis itu ilang so nda dapat, ada cari keliling hotel dari depan sampe belakang tidak dapat”

Odi selaku pemilik kendaraan bermotor Yamaha Mio Sporty, keluaran 2010, berplat nomor “DM 3030 AJ” ini langsung menghubungi Petugas Satpam selaku penanggung jawab  keamanan Hotel Damhil. Odi diarahkan oleh Rusli selaku Koordinator Keamanan Hotel, agar langsung melapor ke kantor pusat Satpam kampus UNG. “Hubungi saja Satpam, nanti bikin surat laporan kehilangan” ujarnya.

Menurut Rusli, pelataran didepan Civika bukanlah tempat parkir yang seharusnya dijadikan tempat parkir oleh karyawan. Penjelasan mengenai peraturan parkir, bahwa semua motor harus diparkir satu tempat, jangan sampai sembarangan parkir.

“makanya sudah bilang waktu brifing kemarin, semua motor diparkir jadi satu, jangan di pencar-pencar begitu. Punya mahasiswa saja kalo hilang, kalo (hanya) ditarutaru begitu kita tidak tanggung jawab, tidak ada yang tanggung jawab. Parkirnya itu di sana (tempat parkir motor), jadi kalo ada kehilangan apa-apa, (sperti) helm, udah engga ada masalah urusan ama mereka” jelas Rusli saat menjelaskan peraturan parkir.

Tempat parkir yang berada di Civika merupakan tempat parkir yang tidak mempunyai Juru Parkir. Ada beberapa tempat parkir di UNG yang memiliki Petugas Parkir, diantaranya tempat parkir di Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu pertanian, Fakultas Teknik, dan di samping Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Rusli selaku Koordinator Keamanan Damhil mengarahkan agar dapat memarkirkan motor ke areal parkir yang memiliki petugas parkir, supaya mudah terkontrol oleh petugas keamanan kampus.

Odi saat diwawancarai mengenai kinerja Satpam, mengaku “masih kurang, mungkin hari Minggu kan, jadi hari libur, mungkin Satpam kurang aktif”.

Mohamad Suma selaku Komandan Peleton Regu 1 menuturkan bahwa Satpam seperti serba salah mengenai kasus Curanmor yang dialami Odi.

“Masalahnya kita tidak tahu siapa yang punya motor atau tidak kan, baru tidak terpantau juga. Di tempat luar parkir yang bukan torang punya wilayah, kebetulan juga kan tadi ini hujan-hujan, jadi torang fokusnya cuma di pos-pos semua, tidak sempat jalan-jalan. Sampai tidak terpantau kejadian seperti itu. Kadang-kadang pun biar hari libur kita jalan-janlan”. Tutur Suma.

Mengenai kasus kehilangan kendaraan bermotor. Petugas keamanan akan membicarakan dengan perusahaan, agar dapat mengantisipasi kasus-kasus kehilangan yang terjadi.

Sementara itu,  selang beberapa waktu setelah kejadian, Suma telah mengkoordinasikan dengan pihak Koordinator Keamanan “so kasetau ke koordinator, koordinatornya juga polisi, jadi mereka juga mungkin langsung koordinasi dengan kepolisian. tadi sudah dikoordinasikan melalui perangkat” tutupnya. ML/I4

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.