Jakarta Kerahkan Ribuan Pasukan Kebersihan Sambut Lebaran 2025

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan 2.906 petugas kebersihan untuk menjaga kebersihan Ibu Kota selama malam takbiran, Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, dan libur Lebaran. Langkah ini merupakan upaya untuk memastikan Jakarta tetap bersih dan nyaman bagi warga selama periode liburan.

Petugas kebersihan akan tersebar di berbagai lokasi strategis, termasuk Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS), area wisata populer seperti Monas, Kota Tua, Ragunan, dan Ancol, serta area publik lainnya. Setiap kecamatan akan mendapatkan sekitar 70 petugas kebersihan.

Selain personel, DLH DKI Jakarta juga menyiapkan armada pendukung kebersihan. Terdapat 89 unit kendaraan penyapu jalan otomatis (road sweeper) untuk membersihkan jalan raya secara efisien. Untuk memenuhi kebutuhan sanitasi, disiapkan 35 unit bus toilet dan 20 unit toilet portable yang akan ditempatkan di lokasi-lokasi vital.

Strategi Kebersihan Terintegrasi

DLH DKI Jakarta menerapkan strategi terintegrasi untuk memastikan kebersihan selama periode Lebaran. Sebelum hari raya, akan dilakukan pengangkutan sampah untuk mengosongkan TPS. Pada hari H Idul Fitri, pembersihan jalan akan dilakukan secara intensif, baik manual maupun menggunakan road sweeper.

Baca Juga :  Wakil Ketua MPR Himbau Segera Tunaikan Zakat Ramadan, Raih Berkahnya Tahun 2025 Terkini

Selama masa liburan, fokus utama pembersihan akan tertuju pada lokasi wisata dan area publik yang ramai dikunjungi. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada warga dan wisatawan yang merayakan Idul Fitri.

TPST Bantargebang akan tetap beroperasi selama libur Lebaran untuk menampung sampah dari seluruh wilayah Jakarta. DLH juga menginstruksikan pengosongan TPS secara berkala guna mencegah penumpukan sampah.

Baca Juga :  Bau Sampah Ganggu Warga JGC, DLH DKI Bantah dari RDF Rorotan Tahun 2025 Terkini

Sarana dan Prasarana Pendukung

Toilet portable dan bus toilet akan ditempatkan di berbagai lokasi, termasuk lokasi wisata, Tempat Pemakaman Umum (TPU), posko mudik, dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Langkah ini memastikan ketersediaan fasilitas sanitasi yang memadai bagi masyarakat.

Petugas kebersihan juga akan ditempatkan di stasiun, terminal, dan pelabuhan untuk mendukung program “Mudik Minim Sampah”. Program ini mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah selama perjalanan mudik dan balik Lebaran.

DLH DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan pengelola transportasi mudik untuk memastikan pengangkutan sampah dilakukan secara rutin dan efektif dari lokasi-lokasi tersebut. Tujuannya adalah untuk meminimalisir dampak lingkungan akibat sampah, khususnya sisa makanan dan kemasan.

Upaya Edukasi dan Kesadaran Masyarakat

Selain upaya teknis, DLH DKI Jakarta juga menekankan pentingnya edukasi dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kampanye “Mudik Minim Sampah” bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan.

Baca Juga :  KAI Imbau Keselamatan: Pemudik Motor Jangan Terobos Palang Pintu Kereta Api Tahun 2025 Lengkap

Dengan mengurangi sampah yang dihasilkan selama mudik, diharapkan dapat meminimalisir dampak lingkungan dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman bagi semua. Masyarakat diharapkan turut aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar, dengan membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengimbau masyarakat untuk turut serta mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kebersihan selama periode Lebaran. Ia berharap Idul Fitri dapat dirayakan dengan penuh berkah tanpa meninggalkan jejak sampah yang berlebihan.

Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Jakarta dapat tetap bersih, nyaman, dan sehat selama dan setelah masa liburan Lebaran. Kesadaran kolektif untuk mengurangi sampah sangat penting untuk keberhasilan program ini.

Dapatkan Berita Terupdate dari MerahMaron di: