Debat Kandidat Menyambut Pemilihan BEM UNG

Suasana Debat Kandidat Pemilihan BEM UNG 2019. Di sayap kiri dan kanan atas ditempati oleh masing-masing pendukung paslon (paslon ASPIRATIF dan EFEKTIF). Foto oleh Hudalil Mustakim (08-3-2019).

Merahmaron.com — Debat Kandidat pasangan calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden BEM, telah dilaksanakan pada Jumat (08/3) di Auditorium Universitas Negeri Gorontalo. Tema debat, “Peran BEM Universitas Negeri Gorontalo dalam Mengoptimalkan Organisasi Kemahasiswaan dan Mendukung Mahasiswa yang Kreatif serta Inovatif  di Era Milenial”.

Suwandi, selaku ketua KPL mengatakan tujuan dari debat ini, adalah untuk melihat pandangan mahasiswa terhadap calon pemimpinnya nanti dengan melihat gagasan-gagasan yang telah mereka paparkan.

“Mereka mempunyai bobot masing-masing, baik dari paslon ASPIRATIF atau EFEKTIF,” tuturnya saat diwawancarai di akhir kegiatan.

Ia juga menambahkan agar mahasiswa yang ikut dalam pemilihan nanti bisa lebih selektif setelah adanya debat. Ia juga mengharapkan agar mahasiswa memilih sesuai dengan keinginannya, bukan karena ikut-ikutan.

“Teman-teman saya pikir paham dengan tujuan debat. Namun fanatisme mahasiswa [pendukung paslon] cukup membuat suasana ribut tadi, jadi saya pikir banyak yang tidak terlalu memperhatikan,” tambahnya.

Riry Muhammad salah seorang mahasiswa yang datang di debat, mengaku tertarik untuk melihat gagasan-gagasan dari kedua paslon.

“Saya tertarik untuk datang melihat bagaimana bidang keilmuan dari kedua paslon ini. Setelah menyaksikan debat, menurut saya visi yang saya suka dari kedua paslon, yaitu untuk membangkitkan sebagaimana mahasiswa. Saya harap siapapun yang jadi Presiden dan Wakil Presiden BEM nanti bisa lebih memerhatikan organisasi mahasiswa yang sebenarnya,” ucapnya.

Sedangkan menurut La Ode Rasuli selaku Panitia Pengawas Pemilihan, juga Wakil Dekan Tiga Fakultas Ekonomi, yang sempat hadir dalam Debat Kandidat, mengaku tertarik untuk melihat visi-misi dan elaborasi apa yang dilakukan BEM, sebagai organisasi tertinggi mahasiswa di kemudian hari.

Ia juga menyarankan agar pemilihan BEM nanti seharusnya sudah tersistem daring, karena menurutnya sesuai judul debat, era milenial sudah menggunakan media daring.

“Pandangan saya tentang gagasan mereka, tidak terlalu terarah pada tema karena situasi yang gaduh oleh tim sukses. Menurut saya karena ini era milenial, industri 4.0, yah harusnya pemilihan itu lewat online. Karena rata-rata mahasiswa sudah menggunakan smartphone yang tentunya lebih mudah dalam memilih dan tidak menyita banyak waktu,” katanya menambahkan.

Pemilihan Calon Presiden Bem dan Wakil Presiden Bem ini akan dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 2019 di masing-masing fakultas di Universitas Negeri Gorontalo. (Hudalil Mustakim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.