AMI Gorontalo, Tahan Mobil Plat Merah

Jpeg
Masa aksi tahan mobil dinas. Dok. MeMar

MeMar-UNG.  Aksi Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) Gorontalo, Aliansi yang tergabung dari berbagai elemen-elemen organisasi intra dan ekstra kampus. Telah melakukan aksi yang kedua kalinya, didepan pintu gerbang Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Aksi penolakan Presiden Jokowi, yang akan meresmikan Bandara Djaludin di Isimu dan peresmian PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) Paguat yang ada di Pohuato ”itu untuk menolak kedatangan Bapak Jokowi, datang di Provinsi Gorontalo, yang kemudian hanya meresmikan bandara yang ada di Isimu sana, yang kemudian kami pikir, kan bahwa bandara ini  bukan akan dinikmati abang-abang bentor, supir-supir angkot dan pemulung” ujar Dandy selaku kodinator lapangan.

Ketakutan dari aksi yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Indonesia Gorontalo, masuknya infestor asing yang akan menguasai sektor produksi yang ada di Gorontalo, Khususnya Phuato, Bonebolango, dan Kabila. Aksi yang menuntut 6 tuntutan diantaranya Tolak infestor asing, adili dan sita harta koruptor untuk kesejahtraan masyarakat, tolak pembekuan beberapa sekolah di Gorontalo, membangun industri daerah untuk membuka lapangan pekerjaan, ubah kriteria rakyat miskin menurut BPS (Badan Pusat Statistik), dan tolak pembangunan GORR (Gorontalo Outer Ring Road).

Aksi AMI Gorontalo (22/04) ini melakukan penyitaan terhadap mobil ber plat merah (Mobil dinas), dengan tujuah agar tuntutan-tuntutan didengarkan oleh pihak Pemerintah dan pembuktian terhadap masyarakat “Insiden yang tadi itu sebenarnya adalah reaksi daripada aksi itu sendiri, bahwa kami ingin membuktikan  kepada masyarakat, bahwa mobil yang kami sita adalah milik rakyat, bukan milik pribadi orang-oran yang menikmati itu, dan uang yang dibelikan mobil itu adalah bukan hasil kringat sendiri, akan tetapi, dihasilkan oleh kringat abang-abang bentor , supir-supir angkot, dan kaum-kaum buruh yang lain” jelas Dandy.

Penjelasan mengenai penahanan mobil plat merah yang dilakukan oleh masa aksi “target kami sebenarnya bukan untuk merusak plat merah (mobil dinas), harus diingat oleh rekan-rekan, baik oleh elemen media dan sebagainya. Kenapa aksi tadi untuk memicu, bahwa kepada pemerintah, bahwa hari ini sudah saatnya suara-suara ini di dengarkan” tutur Fausan Azim selaku masa aksi AMI Gorontalo.

Dandy
Orator aksi Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) Gorontalo menaiki mobil dinas. Dok, MeMar

Mengenai mobil ber plat nomor DM 54 A yang mencoba lari dari sergapan masa aksi, dinaiki oleh Orator Aksi. Karna tidak mengikuti intruksi dari masa akasi “buktinya kok yang tadi ikut intruksi kami tidak di apa-apain, cuma di tahan 10-15 menit, setelah itu di persilakan untuk keluar, makanya bagi kami kalo ikut seperti yang kami instruksikan, kami juga tidak bersikap anarkis, vandalisme dan sebagainya” Jelas Fauzan.

Penyitaan mobil plat merah oleh masa aksi, terjadi protes oleh Ibu-ibu yang mengendarai mobil dinas, terhadap masa aksi dengan plat nomor DM 1228 E. mobil yang digunakan ibu-ibu tersebut digunakan untuk menjenguk Orangtua yang sedang sakit “seperti disampaikan intel tadi bahwa ada, dia mau menjenguk diapunya orang tua,dia punya bapak yang lagi sakit. Makanya menurut penilain kami, ya tidak sesuai dengan kondisi, tidak sesuai dengan tupoksi yang telah diberiakn, palat merah (mobol dinas) inikan untuk kepentingan publik, untuk kepentingan mengurus administrasi keperintahan dan sebagainya, intinya mengurus kepentingan publik bukan urusan-urusan pribadi” ujar Fauzan

Beberapa tanggapan tukan Bentor (Becak Motor) aksi AMI mengenai penolakan orang nomor satu di Indonesia, tidak sependapat dengan aksi AMI Gorontalo “Yang pertama sih kalo soal saya sah-sah saja, artinya kita melihat masyarakat Gorontalo. Kunjungan dari Bapak Jokowi itu meresmikan bandara Djalaludin, yang kedua PLTG paguat. itu yang akan didatangi Pak Jokowi, kalo menurut saya sih wajar-wajar saja. kita kedatangan orang nomor satu kenapa harus kita tolak” Ujar Rolis.

Rolis juga Menambahkan “Kita juga, apalagi kita selaku tukang bentor ya, saya juga artiya kemacetan sudah terjadi, kalo sudah terjadi blogkade jalan ya, tidak wajar, ini kan jalan umum. Yang bisanya lancar kita lewati, kita lihat disana tadi terjadi kemacetan” tutup Rolis. DF/I4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.