Bayangkan kengerian seorang orang tua baru yang mendapati buah hatinya hampir tertukar di rumah sakit. Sebuah mimpi buruk yang nyaris menjadi kenyataan ini menimpa seorang ibu di salah satu rumah sakit terkemuka di Bandung, mengubah momen bahagia menyambut kehidupan baru menjadi sebuah drama yang mendebarkan. Insiden alarm ini kini telah memicu langkah hukum yang serius.
Nina Saleha, sang ibu yang tengah berbahagia sekaligus dilanda kecemasan, tidak tinggal diam. Ia memilih menempuh jalur hukum dengan melayangkan somasi resmi kepada RSUP Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Langkah tegas ini ia ambil menyusul pengalaman traumatis di mana buah hatinya hampir saja tertukar dengan bayi lain sesaat setelah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan tersebut.
Insiden mengejutkan ini sontak memicu kekhawatiran serius di tengah masyarakat mengenai standar keamanan dan prosedur identifikasi pasien di fasilitas kesehatan. Somasi yang dilayangkan oleh Nina Saleha bukan sekadar bentuk protes biasa, melainkan sebuah tuntutan serius agar pihak RSHS memberikan penjelasan komprehensif, meminta pertanggungjawaban atas kelalaian, serta menjamin bahwa insiden serupa tidak akan terulang kembali di masa mendatang.
Menanggapi gelombang kekhawatiran publik yang meluas dan somasi yang telah diterima, pihak manajemen RSHS akhirnya angkat bicara. Direktur Utama RSHS secara terbuka mengakui adanya kelalaian fatal dalam prosedur internal yang menyebabkan kejadian nyaris tertukarnya bayi tersebut.
Dalam pernyataannya, Dirut RSHS menjelaskan bahwa salah satu faktor utama penyebab insiden memilukan ini adalah adanya “distraksi” atau kurangnya konsentrasi dari petugas medis yang bertugas saat itu. Pengakuan ini secara tidak langsung menyoroti pentingnya fokus dan ketelitian dalam setiap tindakan medis, terutama dalam penanganan bayi baru lahir yang sangat rentan terhadap kesalahan identifikasi.
Kejadian ini kembali mengingatkan publik akan urgensi peningkatan pengawasan dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat di semua fasilitas kesehatan. Kepercayaan pasien dan keluarga terhadap layanan rumah sakit merupakan hal fundamental yang tidak boleh tergerus oleh kelalaian sekecil apa pun. Somasi ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi RSHS untuk segera mengevaluasi dan memperbaiki sistem internal guna mencegah terulangnya insiden yang berpotensi fatal di kemudian hari.