Pekan lanjutan Super League musim ini menyajikan sebuah drama yang cukup mengejutkan bagi pecinta sepak bola Tanah Air. Tim kebanggaan Ranah Minang, Semen Padang, harus menelan pil pahit setelah gagal meraih poin penuh. Mereka hanya mampu bermain imbang saat menghadapi PSIM Yogyakarta.
Yang lebih mengagetkan, hasil imbang ini tercipta meskipun Kabau Sirah, julukan Semen Padang, telah memiliki keunggulan jumlah pemain sejak babak pertama. Situasi ini tentu menyisakan banyak pertanyaan dan kekecewaan, terutama bagi para pendukung setia yang berharap timnya mampu memaksimalkan momentum tersebut.
Dalam pertandingan krusial tersebut, PSIM Yogyakarta menunjukkan semangat juang luar biasa. Meskipun harus tampil dengan sepuluh pemain setelah salah satu penggawanya diganjar kartu merah pada paruh pertama, tim berjuluk Laskar Mataram itu berhasil membendung setiap serangan yang dilancarkan Semen Padang.
Keunggulan satu pemain yang dimiliki Semen Padang sejak awal pertandingan seharusnya menjadi modal berharga untuk mendominasi jalannya laga dan mengamankan kemenangan. Namun, strategi bertahan PSIM yang solid dan determinasi para pemainnya mampu menggagalkan ambisi Semen Padang untuk memetik tiga poin di kandang sendiri.