Jonan Balik Arah Soal Whoosh, Pertemuan Rahasia Prabowo di Istana Menggoda?

Jakarta – Di tengah sorotan terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh), publik dikejutkan dengan pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Ignasius Jonan, mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Pertemuan ini memicu spekulasi di tengah isu hangat mengenai proyek kereta cepat yang tengah menjadi perbincangan publik. Jonan, yang menjabat sebagai Dirut KAI pada periode 2009-2014 di era Presiden Joko Widodo, memberikan klarifikasi mengenai pertemuannya dengan Prabowo di Istana Kepresidenan.

Pertemuan di Istana Kepresidenan

Jonan mengungkapkan bahwa pertemuan dengan Prabowo tidak membahas proyek Whoosh. Ia menyebutkan bahwa diskusi mereka berfokus pada program-program Prabowo. Jonan menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan untuk berbagi pandangan sebagai warga negara.

Baca Juga :  KPK Lelang 81 Aset Koruptor: Rumah Mewah, Apartemen Hingga Motor Sport

“Kami hanya berdiskusi tentang program-program beliau. Saya berterima kasih diberi kesempatan untuk sharing sebagai warga negara,” ujar Jonan kepada wartawan di Istana Kepresidenan pada Senin malam, 3 November 2025.

Isu Whoosh dan Pandangan Jonan

Menanggapi isu Whoosh yang sedang ramai, Jonan menegaskan bahwa Prabowo tidak meminta masukannya mengenai proyek tersebut. Jonan yang kini sudah pensiun, tidak menyampaikan pendapatnya mengenai proyek tersebut.

“Enggak, saya enggak diminta masukan soal Whoosh. Saya sudah pensiun, jadi enggak menyampaikan pendapat,” katanya.

Baca Juga :  Tragedi Maut Brimob: 7 Anggota Terbukti Langgar Kode Etik Berat

Meskipun demikian, Jonan menilai bahwa secara operasional proyek Whoosh berjalan dengan baik. Ia juga meyakini bahwa Prabowo memiliki pendekatan tersendiri dalam menangani isu ini.

Kemungkinan Bergabung dalam Kabinet

Dalam kesempatan tersebut, Jonan juga memberikan tanggapan mengenai kemungkinan dirinya mendapat tawaran untuk bergabung dalam kabinet. Ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali mengabdi jika memang diminta.

“Kalau ditugaskan ya selama saya bisa, pasti mau. Tapi enggak ada tawaran apa pun, hanya diskusi sebagai rakyat saja,” jelasnya.

Penolakan Terhadap Proyek Whoosh di Masa Lalu

Sebelumnya, pakar transportasi Agus Pambagio menyebutkan bahwa Ignasius Jonan termasuk salah satu pihak yang menolak proyek Whoosh sejak awal.

Baca Juga :  Gangguan JakOne Mobile: Bank DKI Pastikan Bukan Akibat Peretasan

“Yang menolak waktu itu dua orang, saya dan Pak Jonan. Dia bilang proyeknya terlalu mahal, konsesinya 50 tahun dan banyak kejanggalan,” ungkap Agus dalam podcast Abraham Samad Speak Up pada 26 Oktober 2025.

Penolakan ini, menurut beberapa pihak, berisiko terhadap jabatan Jonan sebagai Menteri Perhubungan kala itu.

Mahfud menjelaskan alasan penolakan Jonan terhadap proyek tersebut, yakni kenaikan bunga pinjaman proyek secara signifikan dari 0,1 persen menjadi 2 persen. Meskipun nilai proyek mengalami penurunan dari 6,2 miliar dolar AS menjadi 5,5 miliar dolar AS.

Kini, kemunculan Jonan di Istana di bawah pemerintahan baru memunculkan berbagai spekulasi. Namun, Jonan menegaskan bahwa kehadirannya hanya untuk berdiskusi, bukan membahas proyek Whoosh.

Dapatkan Berita Terupdate dari MerahMaron di: