Rahasia Zakat Hijau: BAZNAS Jepara Perangi Sampah Plastik di Zmart

**Go Green, Go Zmart! Baznas Dorong Warung Zakat Ramah Lingkungan**

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengajak para pedagang Zmart untuk beralih ke praktik “green zakat”. Inisiatif ini bertujuan mengurangi dampak lingkungan dengan mengganti kantong plastik sekali pakai dengan tas belanja ramah lingkungan atau *ecobag*. Zmart sendiri merupakan program pemberdayaan ekonomi Baznas yang berupa pengembangan warung atau toko milik mustahik (penerima zakat) skala mikro dan kecil. Program ini bertujuan mengurangi angka kemiskinan di perkotaan.

Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, menjelaskan bahwa penggunaan *ecobag* merupakan langkah penting dalam penerapan konsep *green zakat*. Langkah sederhana ini, menurutnya, dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan. Namun, ia mengakui adanya tantangan, khususnya rendahnya kesadaran masyarakat, terutama di pedesaan, untuk menjaga lingkungan. Kantong plastik telah menjadi kebiasaan yang sulit diubah dalam aktivitas belanja sehari-hari.

Baca Juga :  Investasi Bodong Tenjo Bogor: Rp 1,1 Miliar Ludes, 43 Korban Terungkap!

Saidah menekankan pentingnya edukasi masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. “Memang tidak mudah mengedukasi masyarakat agar tidak menggunakan kantong plastik, tetapi harus dimulai. Konsep *green zakat* ini sangat penting untuk kita implementasikan dalam aktivitas ekonomi kita. Dengan menggunakan tas belanja ramah lingkungan, kita dapat membantu mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.

Keberhasilan program ini, lanjut Saidah, sangat bergantung pada dukungan konsumen warung Zmart. Baznas ingin menjadikan mustahik binaan sebagai agen perubahan. Penggunaan *ecobag* menjadi contoh nyata dan sarana edukasi bagi konsumen tentang pentingnya mengurangi sampah plastik.

Baca Juga :  Wamenhub Ungkap Rahasia Mudik Lebaran 2026 Lancar Jaya!

“BAZNAS ingin menjadikan mustahik binaan sebagai agen perubahan di masyarakat. Dengan penggunaan *ecobag*, mereka dapat memberikan contoh nyata sekaligus mengedukasi konsumen mengenai pentingnya mengurangi sampah plastik,” tegas Saidah.

Dengan demikian, implementasi *green zakat* bukan hanya konsep, tetapi langkah nyata yang dimulai dari kebiasaan sederhana. Program ini diharapkan diterapkan di seluruh warung Zmart di berbagai wilayah, untuk menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga lingkungan dan memperkuat kemandirian ekonomi umat.

Meskipun menghadapi tantangan, Pujiwati, salah satu pedagang Zmart Jepara, berkomitmen untuk mensosialisasikan penggunaan tas belanja sendiri kepada konsumennya. Ia akan terus berupaya agar kebiasaan membawa tas belanja sendiri menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari konsumennya. Hal ini sejalan dengan upaya Baznas untuk menciptakan dampak positif yang luas.

Baca Juga :  TMMD Percepat Pembangunan Papua: Program Unggulan Pangdam Cenderawasih

Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi program pemberdayaan ekonomi lainnya. Dengan menggabungkan aspek ekonomi dan lingkungan, *green zakat* tidak hanya membantu mustahik secara finansial, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Upaya ini menunjukkan komitmen Baznas dalam menciptakan kesejahteraan ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan.

Gambar: BAZNAS RI mendorong saudagar Zmart untuk menerapkan konsep *green zakat* dengan beralih menggunakan tas belanja ramah lingkungan (*ecobag*). (Istimewa)

Dapatkan Berita Terupdate dari MerahMaron di: